research

Research and Development (R&D)

Pengertian R&D

Research and development (R&D) atau Penelitian Pengembangan merupakan salah satu jenis metode penelitian. Penelitian ini merupakan kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Metode penelitian sendiri secara umum adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

  • Penelitian secara umum diartikan sebagai proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu.
  • Tujuan penelitian secara umum yaitu menggambarkan, membuktikan, mengembangkan, menemukan atau menciptakan. Menggambarkan berarti mendeskripsikan apa yang terjadi pada objek yang diteliti. Membuktikan artinya data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap objek yang sudah ada. Mengembangkan artinya memperdalam, memperluas, dan menyempurnakan objek yang telah ada agar lebih efisien dan efektif. Menemukan artinya mendapatkan sesuatu yang hilang atau masih terpendam. Menciptakan artinya membuat ilmu, produk, dan tindakan yang baru yang sebelumya belum pernah ada.
  • Kegunaan hasil peneltian secara umum yaitu memahami masalah, memecahkan masalah, mengantisipasi masalah, dan  membuat kemajuan.
  • Cara ilmiah artinya kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional (masuk akal), empiris (dapat diamati) dan sistematis (langkah yang logis).
  • Perbedaan Data dan informasi. Data adalah fakta mentah atau rincian pristiwa yang belum diolah yang terkadang sulit diterima oleh akal penerima data. Contoh kecelakaan di jalan raya. Sedangkan Informasi adalah hasil pengolahan data yang sudah dapat diterima akal pikiran penerima informasi.
  • Data yang diperoleh melalui penelitian mempunyai kriteria valid, reliable, dan objektif.
  • Valid artinya data yang dikumpulkan mendekati dengan yang sesungguhnya terjadi pada objek.
  • Reliable artinya konsistensi data dalam interval waktu tertentu. Contohnya wawancara terhadap respondent x menjawab ‘a’ maka besok dan lusa respondent juga menjawab ‘a’.
  • Objektivitas artinya kesepakatan antar banyak orang, semakin banyak orang memberikan data yang sama maka data tersebut objektif.
  • Data yang reliable belum tentu valid misal orang yang berbohong tapi konsistensi. Selain itu, data yang objektif belum tentu valid misal 99% : 1% orang ternyata yang 1% yang benar. Sehingga untuk mendapatkan data valid, reliable dan objektif maka instrument penelitiannya harus valid dan reliable, pengumpulan data dilakukan dengan cara benar pada sampel yang representatif.

Ada beberapa istilah tentang penelitian dan pengembangan, Bord and Gall (1998) menggunakan nama research and development. Richey and Kelin (2009) menggunakan nama Design and Development Research. Thiagarajan (1974) menggunakan istilah Model 4D (Define, Design, Development and Dissemination). Dick and Carry (1996) menggunakan istilah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation)

Metode penelitian dan pengembangan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi, dan menguji validitas produk yang dihasilkan.

Sugiyono, 2017

Penelitian dan Pengembangan sering disebut jembatan antara penelitian dasar dan penelitian terapan. Untuk penelitian analisis kebutuhan sehingga mampu menghasilkan produk yang bersifat hipotetik sering digunakan penelitian dasar. Selanjutnya untuk menguji produk yang bersifat hipotetik digunakan eksperimen, kegiatan ini biasa dinamakan penelitian terapan.

Tingkatan penelitian R&D

Secara metodologis R&D mempunyai 4 tingkatan kesulitan

  1. Meneliti tanpa membuat dan menguji produk
  2. Tanpa meneliti, hanya menguji produk yang telah ada
  3. Meneliti dan mengembangkan produk yang telah ada
  4. Meneliti dan menciptakan produk baru

Tahapan penelitian R&D

Ada banyak versi tahapan penelitian R&D seperti 10 tahapan (Research and information collection, planning, develop preliminary form a product, preliminary field testing, main product revision, main field testing, operational product testing revision, operational field testing, final product revision, dissemination and implementation) dari Born and Gall, 4D (Define, Design, Development and Dissemination) dari Thiagarajan, ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dari Robert Maribe Branch, PPE (Planning, (Productionm, Evaluation) dari Richey and Klein.

Secare metodologis, tahapan penelitian R&D dibagi berdasarkan tingkat kesulitannya.

Level 1

Penelitian yang dilakukan hanya menghasilkan rancangan produk kemudian divalidasi secara internal (pendapat ahli dan praktisi) tetapi tidak diproduksi atau tidak diuji secara eksternal (pengujian lapangan). Penelitian dan pengembangan bisa berangkat dari potensi atau masalah.

  • Potensi adalah segala sesuatu yang bila diberdayakan akan bermanfaat sehingg mempunya nilai tambah.
  • Masalah adalah suatu penyimpangan antara yng diharapkan dengan yang terjadi.

Contoh kasus :

Diberbagai kelas dari banyak sekolah sebagian besar murid tidak memperhatikan pelajaran fisika yang diberikan oleh guru fisika. Selanjutnya peneliti melakukan penelitian apakah sebab-sebab murid tidak memperhatikan. Hasil penelitian menunjukkan guru kurang komunikatif dalam menyampaikan materi. Berdasarkan hal tersebut akan dibuat media pembelajaran fisika yang diharapkan dapat menarik perhatian murid. Selanjutnya peneliti membuat rancangan media pembelajaran. Rancangan tersebut kemudian divalidasi oleh ahli media pendidikan dan praktisi (guru fisika yang profesional). Hasil validasi selanjutnya diperbaiki menjadi rancangan yang telah teruji. Peneliti tidak melanjutkan membuat media dan mengujinya dalam praktik pembelajaran.

Level 2

Penelitian yang tidak membuat rancangan produk melalui penelitian, tetapi hanya menvalidasi atau menguji efektivitas dan efisiensi produk yang sudah ada.

Penelitian dilakukan berawal dari adanya keragu-raguan terhadap efektivitas suatu produk (produk dapat berupa barang seperti kendaraan, alat, makanan, dll atau bukan barang seperti pola, sistem, kebijakan, program). Dengan menggunakan teori dan hasil penelitian yang relevan peneliti mengamati dan mencatat spesifikasi produk tersebut dan selanjutnya berhipotesis (bisa juga tidak). Spesifikasi suatu produk, misalnya mobil dengan kecepatan per jamnya, Mesin las dengan arus yang dihasilkan, obat dengan indikasinya, makanan dengan nilai gizinya. Spesifikasi barang tersebut digunakan sebagai standar untuk pengujiannya.

Berdasarkan spesifikasi yang dimiliki produk tersebut, peneliti mengembangkan instrumen atau mengguakan instrumen yang telah ada untuk mengukur validitas produk tersebut. Setelah memiliki instrumen, maka peneliti membuat rencana pengujiannya. Rencana pengujian meliputi tempat, waktu pelaksanaan, desain eksperimen, lama pengujian, teknik pengimputan data, dan analisis data. Supaya diperoleh data yang konsisten, maka pengujian dilakukan berulang kali. Pengujian dengan metode penelitian eksperimen. Data pengujian selanjutnya dianalisis, sehingga memperoleh rata2 hasil pengujian. Data hasil pengujian selanjutnya dibandingkan dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan. kalau pengujian tidak berbeda dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan maka produk tersebut efektif.

Level 3

Meneliti dan menguji untuk mengembangkan produk yang telah ada. Penyempurnaan yang telah ada baik dari segi bentuk maupun fungsinya.

Tahapan pertama dari penelitian ini adalah mengkaji produk yang telah ada, untuk diketahui spesifikasi , kelebihan dan kekurangan/kelemahan produk. Berdasarkan kelebihan dan kelemahan tersebut peneliti melakukan studi literatur. Berdasarkan studi literatur peneliti membuat rancangan produk yang bersifat menyempurnakan /mengembangkan produk yang telah ada. Produk yang dihasilkan harus lebih efektif, efisien, dan lebih praktis digunakan dari produk yang telah ada. Rancangan produk tersebut kemudian diuji internal.

  • Uji internal berarti menguji rancangan berdasarkan pendapat para ahli dan praktisi.
  • Yang dipandang ahli adalah mereka yang bergelar doktor yang sesuai dengan desain/rancangan yang akan dikaji
  • Yang termaksuk praktisi adalah orang yang telah biasa menggunakan produk yang sejenis.

berdasarkan hasil uji internal selanjutnya digunakan untuk merevisi rancangan/desain. Setelah desain direvisi, selanjutnya desain tersebut dibuat menjadi produk awal. Setelah produk awal jadi, maka produk tersebut diuji lapangan secara terbatas (preliminary field testing). Menurut Born and Gall jika produk tersebut adalah produk pendidikan maka pengujian terbatas itu dilakukan di tiga sekolah dengan 6 s.d 12 subjek. Hasil uji terbatas selanjutnya digunakan untuk merevisi perbaikan produk tersebut.

Setelah produk direvisi, maka produk tersebut diuji coba lapangan utama (main field testing). Menurut Born and Gall uji lapangan utama untuk produk pendidikan dilakukan pada 5 s.d 15 sekolah dengan 30 s.d 100 subjek.

Pengujian dengan metode kombinasi dicampur yaitu dengan eksperiment (kuantitatif) dan pengamatan dan wawancara sebelum, selama dan sesudah eksperimen. Pengamatan dan wawancara digunakan untuk mengetahui kondisi kualitatif sebelum menggunakan produk, respon peserta subjek selama pengujian dan setelah pengujian.

Metode kuantitatif eksperimen dilakukan dengan desain before-after (O1 x O2) atau dengan membandingkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data kuantitatif dengan membandingkan nilai sesudah dan sebelum uji coba. Data hasil pengamatan dan wawancara dianalisis secara kualitatif.

Setelah produk dipakai, dan bila masih ada kelemahannya, maka perlu direvisi lagi. Dalam uji lapangan lapangan utama, pendapat dari pengguna lebih diutamakan sebagai bahan untuk revisi. Setelah direvisi dan diperbaiki maka produk tersebut  diuji lapangan operasional. Menurut Born and Gall untuk produk pendidikan dilakukan pada 10 s.d 30 sekolah dengan subjek 40 s.d 200. Pengujian dengan metode kombinasi (eksperimen, observasi, dan wawancara). Bila setelah pengujian masih terdapat kelemahan maka perlu direvisi lagi, yang bersifat revisi final

Setelah produk direvisi selanjutnya produk didesiminasikan/disebarluaskan dan diimplementasikan pada masyarakat. Desiminasi dilakukan dengan cara melaporkan hasil penelitian produk ke kelompok profesioanl dan dimuat ke jurnal ilmiah mupun komersial. Bila produk telah dipakai oleh masyarakat maka peneliti perlu melakukan monitoring untuk mengetahui keluhan dan harapan masyarakat dalam menggunakan produk.

Bila hasil desiminasi memuaskan pengguna maka produk dibuat secara massal untuk digunakan pada lingkup yang lebih luas.

Level 4

Penelitian yang dapat menciptakan produk baru yang kreatif, original, dan teruji

  • Produk Kreatif berarti menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan belum pernah ada
  • Originial berarti asli, belum pernah ada orang lain yang membuatnya
  • Teruji berarti produk tersebut telah terbukti secara empiris kualitasnya melalui berbagai pengujian lapangan

Tahapan R&D level 4 hampir sama dengan R&D level 3 yang membedakan mungkin di tahapan awalnya yang lebih mendalam dalam meneliti rancangan produk baru yang akan dikembangkan seperti pada tahapan R&D level 1.

Daftar Pustaka :

  • Sugiyono. 2017. Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung:ALFABETA
  • https://penalaran-unm.org/apakah-penelitian-itu/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Index