Kerangka Kerja SCRUM
I. Pendahuluan
A. Definisi SCRUM
Scrum adalah singkatan dari istilah “rugby scrum” yang digunakan dalam olahraga rugby. Dalam rugby, “scrum” adalah formasi di mana pemain saling berhadapan dan berusaha untuk merebut bola dari lawan. Konsep ini kemudian diadaptasi dan diterapkan dalam pengembangan perangkat lunak oleh Jeff Sutherland dan Ken Schwaber pada tahun 1990-an, yang kemudian menjadi dasar dari kerangka kerja Scrum saat ini.
SCRUM adalah sebuah kerangka kerja pengembangan perangkat lunak yang menggunakan pendekatan kolaboratif dan iteratif dalam pengembangan produk. SCRUM adalah salah satu metode Agile yang paling populer dan sering digunakan oleh tim pengembangan perangkat lunak. Metode ini fokus pada pengiriman produk yang berkualitas dengan cepat dan fleksibel, dengan menerapkan prinsip-prinsip transparansi, inspeksi, dan adaptasi.
Scrum mengadopsi pendekatan iteratif dan inkremental, artinya pengembangan produk atau proyek dilakukan dalam siklus-siklus pendek yang disebut sprint. Setiap sprint biasanya berlangsung selama 1-4 minggu dan diakhiri dengan sebuah review dan retrospective untuk mengevaluasi kemajuan dan mengidentifikasi perbaikan.
B. Tujuan SCRUM
Tujuan utama dari SCRUM adalah untuk memberikan nilai bisnis yang cepat dan berkelanjutan melalui pengiriman produk perangkat lunak yang berkualitas tinggi secara terus-menerus. SCRUM juga bertujuan untuk mendorong kerja tim yang efektif dan kolaboratif dengan memfasilitasi komunikasi dan koordinasi yang baik di antara anggota tim.
C. Manfaat SCRUM
Manfaat dari penggunaan kerangka kerja SCRUM antara lain:
- Peningkatan efisiensi dan produktivitas tim: SCRUM memungkinkan tim untuk bekerja lebih efisien dan produktif dengan fokus pada pengiriman nilai bisnis yang lebih cepat.
- Peningkatan kualitas produk: SCRUM menekankan pada pengujian dan pemeriksaan kualitas yang ketat dan terus-menerus, yang dapat membantu tim untuk menghasilkan produk perangkat lunak yang lebih baik dan lebih andal.
- Fleksibilitas dalam pengembangan: SCRUM memungkinkan tim untuk melakukan perubahan dan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan bisnis dan pasar yang berubah dengan cepat.
- Komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik: SCRUM memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi yang baik di antara anggota tim, sehingga memperkuat hubungan tim dan meningkatkan efektivitas kerja tim.
- Pengiriman produk yang lebih cepat: Dengan fokus pada pengiriman produk yang berkualitas tinggi dalam jangka waktu yang lebih pendek, SCRUM memungkinkan tim untuk mempercepat waktu ke pasar dan merespons kebutuhan pelanggan dengan lebih baik.
II. Kerangka Kerja SCRUM
A. Tim SCRUM
Tim SCRUM terdiri dari beberapa peran penting, yaitu:
- Product Owner: Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola Product Backlog. Menentukan apa yang harus dibuat berdasarkan prioritas bisnis dan kebutuhan pelanggan.
- Scrum Master: Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tim mengikuti prinsip-prinsip dan praktik SCRUM. Menyediakan dukungan dan bimbingan kepada tim agar dapat bekerja secara efektif dan mencapai tujuan yang ditetapkan.
- Tim Pengembang: Bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mengirimkan produk yang berkualitas. Mereka adalah orang-orang yang bekerja secara langsung pada pengembangan produk.
B. Produk Backlog
Produk Backlog adalah daftar kebutuhan produk atau fitur yang harus dikerjakan oleh tim pengembang. Daftar ini dikelola oleh Product Owner dan diurutkan berdasarkan prioritas bisnis dan kebutuhan pelanggan. Produk Backlog dapat berubah seiring waktu dan selalu diperbarui untuk mencerminkan kebutuhan bisnis dan pelanggan yang berubah.
C. Sprint Planning
Sprint Planning adalah pertemuan awal yang dilakukan pada awal setiap Sprint. Tujuannya adalah untuk menentukan apa yang harus dilakukan selama Sprint dan bagaimana tim akan melakukannya. Pertemuan ini melibatkan seluruh tim SCRUM dan biasanya berlangsung selama 2-4 jam. Hasil dari Sprint Planning adalah Sprint Goal dan Sprint Backlog.
D. Sprint Backlog
Sprint Backlog adalah daftar tugas yang harus dikerjakan oleh tim pengembang selama Sprint. Sprint Backlog diperbarui setiap hari selama Daily Scrum. Daftar tugas ini diambil dari Produk Backlog dan diberi estimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Sprint Backlog juga dapat berubah seiring waktu seiring dengan kemajuan tim.
E. Daily Scrum
Daily Scrum adalah pertemuan harian yang dilakukan setiap hari selama Sprint. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim mengerti apa yang harus dikerjakan, memperbarui status proyek dan mengidentifikasi masalah yang muncul selama Sprint. Pertemuan ini harus berlangsung selama 15 menit atau kurang dan melibatkan seluruh tim SCRUM.
F. Sprint Review
Sprint Review adalah pertemuan akhir Sprint yang dilakukan untuk meninjau dan mengevaluasi hasil kerja tim. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai oleh tim dan mendapatkan umpan balik dari stakeholders. Hasil dari pertemuan ini adalah daftar perbaikan dan perubahan yang perlu dilakukan pada Produk Backlog.
G. Sprint Retrospective
Sprint Retrospective adalah pertemuan yang dilakukan oleh tim SCRUM pada akhir Sprint. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kinerja tim selama Sprint dan mengidentifikasi hal-hal yang bisa ditingkatkan pada Sprint berikutnya. Sprint Retrospective adalah proses refleksi tim untuk memahami apa yang telah berhasil dan apa yang tidak berhasil selama Sprint, sehingga mereka dapat membuat perbaikan pada Sprint selanjutnya.
Proses Sprint Retrospective dimulai dengan memperkenalkan fokus pada pertanyaan: “Apa yang berjalan baik?” dan “Apa yang bisa ditingkatkan?”. Setiap anggota tim memberikan umpan balik dan menyampaikan pandangan mereka tentang proses pengembangan, bagaimana proses itu mempengaruhi kemajuan dan kinerja tim, dan mengidentifikasi peluang untuk perbaikan pada proses tersebut. Dalam Sprint Retrospective, semua anggota tim memiliki kesempatan untuk mengeluarkan pendapat mereka, sehingga solusi yang terbaik dapat dicapai.
Setelah masalah dan masalah potensial telah diidentifikasi, tim menghasilkan rencana tindakan untuk perbaikan pada Sprint berikutnya. Rencana ini mencakup tindakan korektif dan pencegahan yang memungkinkan tim untuk mengatasi masalah yang muncul selama Sprint dan menghindari masalah yang sama di masa depan. Tim harus memastikan bahwa perubahan yang diusulkan dapat diimplementasikan dan diukur pada Sprint berikutnya.
Hasil dari Sprint Retrospective adalah rencana tindakan yang harus dilakukan pada Sprint berikutnya. Tim harus memastikan bahwa perubahan yang diusulkan dilaksanakan dan dievaluasi secara teratur untuk memastikan bahwa mereka mencapai hasil yang diinginkan. Sprint Retrospective adalah kesempatan bagi tim untuk terus belajar dan meningkatkan kinerja mereka, sehingga mereka dapat mencapai tujuan yang lebih baik pada Sprint berikutnya.
III. Tim SCRUM
A. Pengertian Tim SCRUM
Tim SCRUM adalah kelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan Sprint dalam pengembangan perangkat lunak. Tim SCRUM terdiri dari beberapa anggota tim yang memiliki kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan yang berbeda-beda. Mereka bekerja secara kolaboratif dalam rangka memenuhi tujuan Sprint.
B. Peran dalam Tim SCRUM
Setiap anggota tim SCRUM memiliki peran yang jelas dalam memastikan kelancaran Sprint. Berikut adalah beberapa peran dalam Tim SCRUM:
- Product Owner: Bertanggung jawab untuk merancang, mengatur, dan mengatur Product Backlog. Product Owner juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Produk yang dikembangkan adalah Produk yang memberikan nilai bisnis kepada pelanggan.
- Scrum Master: Bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tim mengikuti kerangka kerja SCRUM dengan benar. Scrum Master juga membantu memecahkan masalah dan menghilangkan hambatan yang menghalangi tim untuk mencapai tujuan Sprint.
- Tim Pengembang: Bertanggung jawab untuk menerjemahkan Product Backlog menjadi inkremental yang siap dirilis. Mereka adalah tim yang melakukan semua tugas pengembangan dan melakukan pekerjaan teknis yang diperlukan untuk menyelesaikan tujuan Sprint.
C. Struktur Tim SCRUM
Struktur Tim SCRUM adalah tim yang mandiri dan mampu bekerja secara kolaboratif untuk mencapai tujuan Sprint. Tim SCRUM harus terdiri dari 3-9 orang dengan beragam keterampilan dan pengetahuan. Setiap anggota tim memiliki keterampilan dan keahlian yang berbeda, dan bekerja bersama untuk mengembangkan produk yang bernilai untuk pelanggan.
Dalam struktur tim SCRUM, tim harus memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki peran yang jelas dan tanggung jawab yang jelas dalam mencapai tujuan Sprint. Tim SCRUM juga harus terus berkomunikasi dan bekerja sama secara teratur untuk memastikan kelancaran proses pengembangan produk.
IV. Produk Backlog
A. Definisi Produk Backlog
Produk Backlog adalah daftar tugas dan fitur yang perlu dilakukan untuk mengembangkan sebuah produk yang diatur dalam urutan prioritas. Produk Backlog berisi item-item yang dapat dikerjakan dalam Sprint yang disepakati dan dihasilkan dari kebutuhan dan keinginan pelanggan, bisnis, dan teknis.
B. Komponen Produk Backlog
Komponen Produk Backlog meliputi:
- Deskripsi item: berisi deskripsi singkat tentang fitur atau tugas yang harus dikerjakan.
- Nilai bisnis: menunjukkan nilai bisnis dari item yang harus dikerjakan.
- Estimasi waktu: memperkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan item.
- Prioritas: menentukan urutan prioritas item dalam Produk Backlog.
C. Cara membuat Produk Backlog
Produk Backlog harus dibuat berdasarkan kebutuhan dan keinginan pelanggan, bisnis, dan teknis. Item-item dalam Produk Backlog harus berorientasi pada nilai dan menghasilkan nilai bisnis untuk pelanggan dan bisnis. Proses pembuatan Produk Backlog meliputi:
- Melakukan analisis kebutuhan pelanggan dan memperoleh informasi dari pelanggan dan pemangku kepentingan terkait.
- Menyusun item-item dalam Produk Backlog berdasarkan kebutuhan dan keinginan pelanggan dan bisnis.
- Menentukan nilai bisnis dan prioritas dari setiap item.
- Menentukan estimasi waktu untuk menyelesaikan setiap item.
D. Cara mengelola Produk Backlog
Produk Backlog harus selalu dikelola dan diperbarui untuk memastikan bahwa item yang paling penting dan berharga dihasilkan terlebih dahulu. Beberapa cara untuk mengelola Produk Backlog adalah:
- Menambah, menghapus, atau memperbarui item Produk Backlog berdasarkan perubahan kebutuhan pelanggan atau bisnis.
- Menentukan prioritas setiap item dalam Produk Backlog untuk memastikan bahwa item yang paling penting dan berharga dihasilkan terlebih dahulu.
- Mengupdate estimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap item.
- Melakukan review rutin dengan pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa Produk Backlog terus relevan dan menghasilkan nilai bisnis yang diinginkan.
V. Sprint Planning
A. Pengertian Sprint Planning
Sprint Planning adalah kegiatan yang dilakukan oleh tim SCRUM untuk merencanakan pekerjaan yang akan dilakukan selama satu Sprint. Sprint Planning biasanya dilakukan pada awal setiap Sprint dan berfungsi sebagai titik awal bagi tim untuk memulai mengerjakan item-item dalam Produk Backlog.
B. Tujuan Sprint Planning
Tujuan dari Sprint Planning adalah untuk memastikan bahwa tim SCRUM memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan Sprint, item-item dalam Produk Backlog yang akan dikerjakan selama Sprint tersebut, dan cara menyelesaikan item-item tersebut.
C. Komponen Sprint Planning
Komponen Sprint Planning meliputi:
- Tujuan Sprint: tujuan Sprint harus jelas dan terukur agar tim SCRUM dapat mengukur kemajuan selama Sprint.
- Produk Backlog: tim SCRUM harus memeriksa item-item dalam Produk Backlog untuk menentukan item-item mana yang akan dikerjakan selama Sprint ini.
- Rencana Sprint: tim SCRUM harus membuat rencana Sprint yang mencakup tindakan konkret yang akan dilakukan untuk menyelesaikan item-item dalam Produk Backlog selama Sprint ini.
- Estimasi waktu: tim SCRUM harus mengestimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap item dalam Produk Backlog.
D. Cara melakukan Sprint Planning
Cara melakukan Sprint Planning meliputi:
- Menentukan durasi Sprint: tim SCRUM harus menentukan durasi Sprint dan memastikan bahwa durasi Sprint mencukupi untuk menyelesaikan item-item dalam Produk Backlog.
- Memilih item-item dalam Produk Backlog: tim SCRUM harus memilih item-item dalam Produk Backlog yang akan dikerjakan selama Sprint ini.
- Mengestimasi waktu: tim SCRUM harus mengestimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap item dalam Produk Backlog.
- Membuat rencana Sprint: tim SCRUM harus membuat rencana Sprint yang mencakup tindakan konkret yang akan dilakukan untuk menyelesaikan item-item dalam Produk Backlog selama Sprint ini.
- Mengomunikasikan rencana Sprint: tim SCRUM harus mengomunikasikan rencana Sprint dengan semua anggota tim SCRUM dan memastikan bahwa semua anggota tim SCRUM memahami dan sepakat dengan rencana Sprint.
VI. Sprint Backlog
A. Definisi Sprint Backlog
Sprint Backlog adalah daftar item-item dari Produk Backlog yang telah dipilih untuk dikerjakan selama satu Sprint tertentu. Sprint Backlog harus mencakup item-item yang diperlukan untuk mencapai tujuan Sprint dan harus dikelola oleh tim SCRUM.
B. Komponen Sprint Backlog
Komponen Sprint Backlog meliputi:
- Item-item dari Produk Backlog yang telah dipilih untuk dikerjakan selama Sprint.
- Estimasi waktu: waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap item dalam Sprint Backlog.
- Tanggung jawab: anggota tim SCRUM yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan setiap item dalam Sprint Backlog.
- Status: status dari setiap item dalam Sprint Backlog.
C. Cara membuat Sprint Backlog
Cara membuat Sprint Backlog meliputi:
- Memilih item-item dari Produk Backlog: tim SCRUM harus memilih item-item dari Produk Backlog yang akan dikerjakan selama Sprint ini.
- Mengestimasi waktu: tim SCRUM harus mengestimasi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap item dalam Sprint Backlog.
- Menetapkan tanggung jawab: tim SCRUM harus menetapkan anggota tim yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan setiap item dalam Sprint Backlog.
- Memastikan item-item dalam Sprint Backlog memenuhi kriteria definisi selesai: item-item dalam Sprint Backlog harus memenuhi kriteria definisi selesai agar dapat dianggap selesai.
D. Cara mengelola Sprint Backlog
Cara mengelola Sprint Backlog meliputi:
- Memantau status Sprint Backlog: tim SCRUM harus memantau status Sprint Backlog selama Sprint berlangsung dan mengupdate status setiap item dalam Sprint Backlog secara teratur.
- Menyelesaikan item-item dalam Sprint Backlog: anggota tim SCRUM harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan setiap item dalam Sprint Backlog dan memastikan bahwa item-item tersebut memenuhi kriteria definisi selesai.
- Menambah atau menghapus item dari Sprint Backlog: jika diperlukan, item-item dapat ditambah atau dihapus dari Sprint Backlog selama Sprint berlangsung.
- Mengomunikasikan status Sprint Backlog: tim SCRUM harus mengomunikasikan status Sprint Backlog dengan semua anggota tim SCRUM dan memastikan bahwa semua anggota tim SCRUM memahami dan sepakat dengan status Sprint Backlog.
VII. Daily Scrum
A. Pengertian Daily Scrum
Daily Scrum adalah pertemuan harian yang dilakukan oleh tim SCRUM untuk membahas progress kerja dan memastikan setiap anggota tim SCRUM berada pada jalur yang tepat untuk mencapai tujuan Sprint. Pertemuan ini diadakan setiap hari pada waktu yang sama dan berlangsung selama 15-30 menit.
B. Tujuan Daily Scrum
Tujuan dari Daily Scrum adalah untuk:
- Memastikan setiap anggota tim SCRUM memahami status dan progres kerja masing-masing.
- Mengidentifikasi masalah atau hambatan yang mungkin timbul selama Sprint.
- Mempertahankan fokus pada tujuan Sprint dan memastikan bahwa semua anggota tim SCRUM berada pada jalur yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.
C. Komponen Daily Scrum
Komponen Daily Scrum meliputi:
- Pertanyaan-pertanyaan: ada tiga pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap anggota tim SCRUM selama Daily Scrum: Apa yang sudah saya kerjakan sejak pertemuan terakhir? Apa yang akan saya kerjakan hari ini? Apakah ada hambatan yang mungkin menghalangi saya dalam menyelesaikan pekerjaan saya?
- Pembaruan status: setiap anggota tim SCRUM harus memberikan pembaruan status singkat tentang pekerjaan mereka dan memastikan bahwa mereka berada pada jalur yang tepat untuk mencapai tujuan Sprint.
- Identifikasi masalah: setiap anggota tim SCRUM harus mengidentifikasi masalah atau hambatan yang mungkin timbul selama Sprint dan mencari solusi untuk mengatasinya.
D. Cara melakukan Daily Scrum
Cara melakukan Daily Scrum meliputi:
- Waktu dan tempat: Daily Scrum diadakan pada waktu yang sama setiap hari dan di tempat yang sama.
- Partisipasi semua anggota tim SCRUM: semua anggota tim SCRUM harus hadir dan berpartisipasi dalam Daily Scrum.
- Pendekatan terstruktur: Daily Scrum harus dijalankan dengan pendekatan terstruktur untuk memastikan semua anggota tim SCRUM dapat memberikan pembaruan status singkat dan identifikasi masalah dalam waktu yang singkat.
- Fokus pada pemecahan masalah: setiap masalah yang diidentifikasi harus dicatat dan dicari solusinya oleh anggota tim SCRUM setelah pertemuan selesai.
VIII. Sprint Review
A. Pengertian Sprint Review
Sprint Review adalah pertemuan yang dilakukan oleh tim SCRUM untuk mengevaluasi hasil Sprint yang telah selesai dan mendapatkan umpan balik dari stakeholder. Pertemuan ini dilakukan pada akhir setiap Sprint dan berlangsung selama 2-4 jam.
B. Tujuan Sprint Review
Tujuan dari Sprint Review adalah untuk:
- Mengevaluasi hasil Sprint yang telah selesai.
- Mempresentasikan pekerjaan yang telah dilakukan oleh tim SCRUM kepada stakeholder.
- Mendapatkan umpan balik dari stakeholder dan menggunakan umpan balik tersebut untuk meningkatkan kualitas pekerjaan tim SCRUM pada Sprint selanjutnya.
C. Komponen Sprint Review
Komponen Sprint Review meliputi:
- Presentasi: tim SCRUM harus mempresentasikan pekerjaan yang telah dilakukan selama Sprint dan menjelaskan bagaimana pekerjaan tersebut berkontribusi pada mencapai tujuan Sprint.
- Umpan balik: stakeholder harus memberikan umpan balik tentang hasil Sprint dan memberikan saran untuk perbaikan pada Sprint selanjutnya.
- Perencanaan Sprint selanjutnya: setelah menerima umpan balik dari stakeholder, tim SCRUM harus merencanakan Sprint selanjutnya berdasarkan umpan balik tersebut.
D. Cara melakukan Sprint Review
Cara melakukan Sprint Review meliputi:
- Waktu dan tempat: Sprint Review diadakan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan sebelumnya.
- Partisipasi stakeholder: semua stakeholder harus diundang untuk hadir pada Sprint Review.
- Fokus pada hasil Sprint: Sprint Review harus difokuskan pada hasil Sprint dan presentasi pekerjaan yang telah dilakukan oleh tim SCRUM.
- Menerima umpan balik: tim SCRUM harus terbuka untuk menerima umpan balik dari stakeholder dan menggunakan umpan balik tersebut untuk meningkatkan kualitas pekerjaan pada Sprint selanjutnya.
- Perencanaan Sprint selanjutnya: setelah Sprint Review selesai, tim SCRUM harus merencanakan Sprint selanjutnya berdasarkan umpan balik dari stakeholder.
IX. Sprint Retrospective
A. Pengertian Sprint Retrospective
Sprint Retrospective adalah pertemuan yang dilakukan oleh tim SCRUM pada akhir Sprint untuk mengevaluasi proses pengembangan dan meningkatkan kinerja tim pada Sprint selanjutnya. Pertemuan ini berfokus pada evaluasi proses kerja dan bukan pada evaluasi hasil pekerjaan.
B. Tujuan Sprint Retrospective
Tujuan dari Sprint Retrospective adalah untuk:
- Mengevaluasi proses kerja tim SCRUM pada Sprint yang telah selesai.
- Meningkatkan kinerja tim SCRUM pada Sprint selanjutnya dengan menemukan dan memperbaiki masalah yang ditemukan selama evaluasi.
- Meningkatkan kerja sama antar anggota tim SCRUM dan memperkuat hubungan tim.
C. Komponen Sprint Retrospective
Komponen Sprint Retrospective meliputi:
- Evaluasi proses: tim SCRUM harus mengevaluasi proses kerja yang dilakukan selama Sprint dan menemukan masalah yang ditemukan selama proses kerja.
- Identifikasi masalah: tim SCRUM harus mengidentifikasi masalah yang ditemukan selama evaluasi proses kerja dan mencari solusi untuk mengatasinya.
- Rencana perbaikan: setelah masalah diidentifikasi, tim SCRUM harus merencanakan perbaikan dan menetapkan tindakan yang harus dilakukan pada Sprint selanjutnya.
- Evaluasi tindakan: pada akhir Sprint selanjutnya, tim SCRUM harus mengevaluasi tindakan yang diambil untuk memperbaiki masalah yang ditemukan pada Sprint sebelumnya.
D. Cara melakukan Sprint Retrospective
Cara melakukan Sprint Retrospective meliputi:
- Waktu dan tempat: Sprint Retrospective diadakan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan sebelumnya.
- Partisipasi tim SCRUM: semua anggota tim SCRUM harus hadir pada Sprint Retrospective.
- Fokus pada proses: Sprint Retrospective harus difokuskan pada evaluasi proses kerja dan bukan pada evaluasi hasil pekerjaan.
- Pembahasan terbuka: semua anggota tim SCRUM harus terbuka untuk berbicara dan memberikan masukan selama Sprint Retrospective.
- Rencana tindakan: setelah masalah diidentifikasi, tim SCRUM harus merencanakan perbaikan dan menetapkan tindakan yang harus dilakukan pada Sprint selanjutnya.
Contoh penggunaan Scrum dalam pengembangan perangkat lunak adalah seperti berikut:
Misalnya, sebuah tim pengembang ingin membuat aplikasi mobile baru. Pertama-tama, mereka akan membuat Product Backlog yang berisi daftar fitur dan tugas yang harus diselesaikan. Kemudian, mereka akan memilih beberapa item dari Product Backlog untuk dikerjakan selama sprint pertama, dan menempatkannya di Sprint Backlog.
Setelah itu, tim akan bekerja pada tugas-tugas tersebut selama 1-4 minggu, tergantung pada durasi sprint. Setiap hari, tim akan melakukan Daily Scrum untuk membahas kemajuan dan masalah yang muncul dalam proyek. Setelah selesai sprint, tim akan melakukan Sprint Review dan Sprint Retrospective untuk mengevaluasi kemajuan dan mencari cara untuk meningkatkan kinerja di sprint berikutnya.
Dalam setiap sprint, tim harus mencoba untuk menghasilkan sebuah Increment, yaitu sebuah produk atau proyek yang telah ditingkatkan dari sprint sebelumnya. Proses ini akan terus berlanjut hingga produk atau proyek selesai dan siap untuk dirilis.