Pengenalan Android
Pengertian android
Android, yang dikembangkan oleh Google, adalah sistem operasi yang dirancang khusus untuk digunakan pada smartphone dan tablet. Berbagai produsen perangkat telah mengadopsi Android sebagai sistem operasi default pada perangkat mereka. Selain itu, Android juga menyediakan toko aplikasi yang memiliki lebih dari 2,5 miliar pengguna aktif per bulannya pada Mei 2019.
Mengapa Pilih android
Mengapa memilih Android? Sistem operasi ini menawarkan fitur canggih dan antarmuka yang menarik bagi penggunanya. Android mampu berfungsi sebagai media player untuk memutar musik dan video, serta dilengkapi dengan berbagai perangkat keras seperti accelerometer, gyroscope, dan sensor lainnya.
Selain itu, ada beberapa faktor yang membuat Android menjadi pilihan tepat bagi pengguna dan pengembang. Berikut ini beberapa diantaranya.
OS Smartphone terpopuler
Pada tahun 2013, Android menjadi sistem operasi yang paling populer pada perangkat tablet dan smartphone. Saat ini, pangsa pasar Android setidaknya mencapai 70% dari total penjualan smartphone secara global (statista.com). Pada tahun 2016, Android store memiliki lebih dari 2,8 juta aplikasi yang tersedia untuk pengguna.
Keuntungan menggunakan Android adalah banyak perusahaan teknologi yang tertarik dengan sistem operasi ini karena memberikan keuntungan seperti perangkat keras yang murah dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan perangkat mereka. Hal ini membuat Android menjadi pilihan utama bagi banyak perusahaan.
Selain itu, kode sumber dari Android adalah open source yang berarti komunitas pengembang bebas untuk mengembangkan produk mereka dengan aman menggunakan lisensi open source.
Store
Secara umum, aplikasi Android dapat didistribusikan melalui tiga cara, yaitu menggunakan web, copy APK, dan store. Salah satu store terbesar yang ada adalah Google Play, yang merupakan store resmi Android yang dikelola oleh Google. Dengan Google Play, para developer dapat dengan mudah mendistribusikan aplikasinya ke pasar dengan miliaran pengguna.
Google Play tidak hanya menawarkan aplikasi, tetapi juga beragam konten lainnya seperti media digital, musik, buku, majalah, film, dan program televisi. Ada banyak strategi monetisasi aplikasi yang ditawarkan oleh Google Play, seperti app berbayar, pembelian dalam aplikasi, langganan, dan iklan. Namun, para developer harus mematuhi aturan yang ada untuk memastikan bahwa pengguna mendapatkan pengalaman terbaik saat menggunakan aplikasi tersebut.
Development KIT
Android SDK merupakan kit yang disediakan oleh Google untuk memudahkan para developer dalam mengembangkan aplikasi untuk platform Android. Di dalam kit ini terdapat berbagai tools seperti debugger, library perangkat lunak, emulator, dokumentasi, kode contoh, dan tutorial.
Bahasa pemrograman yang umum digunakan dalam pengembangan aplikasi Android adalah Java, meskipun ada beberapa bahasa pemrograman lain yang dapat digunakan, seperti C++ dan Go. Pada tahun 2017, Google menambahkan bahasa pemrograman Kotlin sebagai bahasa resmi untuk pengembangan aplikasi Android selain Java.
Android Studio, yang diluncurkan pada tahun 2014, adalah Integrated Development Environment (IDE) yang dibuat oleh Google dan berbasis pada platform Intellij IDEA. Para developer dapat menggunakan Android Studio untuk mengembangkan aplikasi mulai dari tahap awal hingga siap untuk dipublikasikan ke toko aplikasi. Android Studio menyediakan sejumlah fitur bawaan yang membantu developer untuk mempercepat dan memudahkan proses pembuatan aplikasi, seperti Gradle, Code Completion, dan integrasi dengan layanan Google seperti Firebase.
Sejarah Perkembangan Android
| Version | Code name | Release date | API level | DVM/ART | New features |
|---|---|---|---|---|---|
| 11 | 11 | September 8, 2020 | 30 | ART | Chat BubblesScreen RecorderDevice ControlPredictive ToolOne-time permission |
| 10 | 10 | September 3, 2019 | 29 | ART | Live CaptionSmart ReplySound AmplifierDark ThemePrivacy & SecurityDigital Wellbeing |
| 9 | Pie | August 6, 2018 | 28 | ART | Adaptive BatteryAdaptive Brightness |
| 8.0-8.1 | Oreo | October 25, 2017 | 26 – 27 | ART | Picture-in-Picture |
| 7.1 – 7.1.2 | Nougat | August 22, 2016 | 24 – 25 | ART | Multi-windowGIF Keyboard |
| 6.0 – 6.0.1 | Marshmallow | October 5, 2015 | 23 | ART | Now On TapPermissionsBattery (Doze & App Standby) |
| 5.1 – 5.1.1 | Lollipop | November 12, 2014 | 21 – 22 | ART | Material DesignMultiscreenNotifications |
| 4.4 – 4.4.4 | KitKat | October 31, 2013 | 19 – 20 | DVM (and ART 1.6.0) | Voice : Ok GoogleImmersive DesignSmart Dialer |
| 4.1 – 4.3.1 | Jelly Bean | July 9, 2012 | 18 | DVM | Google NowActionable NotificationsAccount Switching |
| 4.0 – 4.6 | Ice Cream Sandwich | October 19, 2011 | 15 | DVM | Custom Home ScreenData Usage ControlAndroid Beam |
| 3.0 – 3.2.6 | HoneyComb | February 22, 2011 | 11 – 13 | DVM | Tablet-Friendly DesignSystem BarQuick Settings |
| 2.3 – 2.3.7 | Gingerbread | February 9, 2011 | 9 – 10 | DVM | Gaming APIsNFCBattery Management |
| 2.2 – 2.23 | Froyo | May 20, 2010 | 8 | DVM | Voice ActionPortable HotspotDalvik JIT |
| 2.0 – 2.1 | Eclair | October 26, 2009 | 5 | – | Google Maps NavigationHome Screen CustomizationSpeech-to-Text |
| 1.6 | Donut | September 15, 2009 | 4 | – | Quick Search BoxScreen Size DiversityAndroid Market |
| 1.5 | Cupcake | April 27, 2009 | 3 | – | – |
Tabel sejarah perkembangan di atas menunjukkan kolom DVM/ART yang menunjukkan metode kompilasi yang digunakan saat menjalankan aplikasi Android. Pada versi KitKat dan sebelumnya, Android menggunakan DVM (Dalvik Virtual Machine) dengan pendekatan JIT (Just-In-Time), yang melakukan kompilasi setiap kali aplikasi dijalankan. Sementara itu, ART (Android Runtime) menggunakan pendekatan AOT (Ahead-Of-Time) dengan melakukan kompilasi saat instalasi aplikasi. Sejak versi Lollipop, Android sepenuhnya mengadopsi ART karena DVM mempengaruhi kecepatan respon aplikasi dan penggunaan baterai karena harus melakukan kompilasi setiap kali aplikasi dijalankan. Dengan ART, kompilasi dilakukan pada saat instalasi sehingga meningkatkan performa dalam menjalankan aplikasi dan menghemat penggunaan baterai, meskipun membutuhkan ruang yang lebih besar.
Android Studio
Android Studio merupakan sebuah Integrated Development Environment (IDE) yang dirancang khusus untuk memudahkan para developer dalam mengembangkan aplikasi Android. IDE ini dikembangkan oleh Google berdasarkan IntelliJ IDEA, yang juga dilengkapi dengan beberapa fitur canggih seperti:
- Sistem versi berbasis Gradle yang fleksibel.
- Emulator yang memiliki kecepatan tinggi dan dilengkapi dengan fitur-fitur yang kaya.
- Lingkungan pengembangan yang terintegrasi untuk semua perangkat Android.
- Fitur Instant Run yang memungkinkan pengguna untuk melakukan perubahan pada aplikasi yang sedang berjalan tanpa harus membuat file APK baru.
- Terdapat template kode dan integrasi dengan GitHub untuk membantu membuat fitur-fitur aplikasi dan mengimpor kode contoh.
- Alat pengujian dan kerangka kerja yang luas untuk mempermudah pengembangan aplikasi.
- Alat Lint yang membantu meningkatkan kinerja, kegunaan, kompatibilitas versi, dan masalah-masalah lain.
- Mendukung bahasa pemrograman C++ dan NDK.
- Dilengkapi dengan dukungan bawaan untuk Google Cloud Platform, sehingga mempermudah penggunaan Google Cloud Messaging dan App Engine.

