Disable My Sql log untuk mengatasi disk server penuh
Mengapa kita harus disable My SQL log?
My Sql adalah alat yang digunakan untuk mengolah SQL (Structured Query Languange). SQL sendiri adalah bahasa pemrograman untuk database.
My Sql sebagai alat tentunya akan merekam setiap aktivitas yang dikerjakannya. Setiap aktivitas tersebut kemudian ditulis dan disimpan dalam file <namaHost>.err .
Bagi sebagian pengguna mungkin tidak mempermasalahkan file ini namun justru bermanfaat karena file ini dapat mempermudah trouble shooting ketika My Sql mengalami masalah karena kita dapat dengan mudah menemukan catatan error pada file tersebut seperti My Sql tidak dapat run, query yang bermasalah, dsb. file ini dilengkapi pula dengan timestamp sehingga memudahkan menemukan error yang terjadi di hari dan jam tertentu.
Di lain sisi, penggunaan My Sql yang sangat kompleks dan query yang sangat banyak akan menciptakan catatan error yang sangat besar. Walaupun hanya berupa text namun jika text ini sudah terlalu banyak maka akan memiliki size yang cukup besar bahkan bisa mencapai lebih dari 200 GB. Hal tersebut kemudian akan sangat membebani kapasitas server kita. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah dengan meng-disable My Sql dalam menyimpan catatan log.
Bagaimana Cara untuk disable My Sql log?
1. Stop Mysql terlebih dahulu jika sedang running
2.Cari lokasi log
- Linux : /opt/lampp/mysql/<hostName>.err
- Windows : ../xampp/mysql/data/mysql_error.log
3.Buka file tersebut

- Jika file masih terisi, silahkan select all isi text kemudian hapus lalu save
- Namun jika file tersebut cukup sulit dibuka karena size nya yang sudah terlalu tinggi, maka silahkan copy name file tersebut kemudian hapus filenya dan buat file baru type text dan paste name file tadi.
4.buka file log yang baru dibuat tersebut atau tetap biarkan terbuka jika isi filenya telah dihapus.
5.Sampai tahap ini file log telah berhasil di-disable
6.Silahkan run kembali my sql
7.Namun jika size file masih bertambah, cukup save kembali file log yang terbuka tersebut.
8.selesai
Semoga bermanfaat, jika ada pertanyaa silahkan tulis di kolom komentar.
Catatan :
- Peringatan Men-disable file.log akan membuat kita kesulitan jika terdapat error kedepannya. Jika Anda memerlukannya Anda dapat mengaktifkannya kembali dengan menutup file log yang terbuka tersebut.
- Jangan menghapus file log tersebut saat My Sql sedang berjalan karena My Sql membutuhkan file tersebut untuk dapat berjalan.
- Jika terlanjur dihapus tidak masalah. Stop saja Mysql kemudian run ulang. Secara otomatis My Sql akan membuat file tersebut.
Cara lain disable MySQL Log.
- Buka terminal atau command prompt di server Anda.
- Jalankan perintah
sudo service mysql stopuntuk menghentikan layanan MySQL. jika menggunakan xampp, tekan stop service mysql pada control panel xampp. - Masuk ke direktori MySQL, yang biasanya terletak di
/var/lib/mysql/. - Buka file
my.cnfdengan editor teks seperti nano atau vim. - Tambahkan baris berikut di bawah [mysqld]:
skip-log-bin
skip-log- Simpan file
my.cnf. - Jalankan perintah
sudo service mysql startuntuk memulai layanan MySQL kembali. atau tekan start pada service mysql di xampp control panel
Dengan menonaktifkan log MySQL, Anda mungkin kehilangan beberapa data log yang berguna untuk pemantauan sistem. Namun, ini dapat menjadi solusi sementara untuk masalah disk server penuh karena file log yang besar. Penting untuk memantau penggunaan disk secara teratur dan memperhatikan masalah yang mungkin terjadi di masa depan.